ASAL-USUL DESA SUMBEREJO
Dahulu
kala ada seorang janda yang tinggal disebuah hutan. Janda tersebut bernama
Lakeswara Purba Asri. Lakeswara Purba Asri terkenal kealimannya dan
kesaktiannya. Dia tinggal sendiri di hutan. Di hutan, tanahnya sangat subur dan
banyak sumber mata air yang dapat ditemukan. Sehingga, dia mencukupi hidupnya
dengan berladang dan bercocok tanam. Banyak tanaman yang ia tanam tumbuh subur.
Setiap kali ia bercocok tanam, dia selalu mendapatkan hasil panen yang
berlimpah ruah. Banyak orang yang mengetahui hal tersebut, sehingga orang-orang
memutuskan untuk tinggal di hutan bersama Lakeswara Purba Asri. Mereka
mengikuti jejak Lakeswara Purba Asri tersebut dengan berladang dan bercocok
tanam. Dan memang benar, mereka selalu mendapatkan hasil panen yang berlimpah
ruah. Karena kesuburan tanahnya dan banyak sumber mata air yang dapat
ditemukan, orang-orang sepakat untuk menjadikan sebuah desa dan menamakannya
desa Sumberejo, dusun Sumberejo (Sumber = Sumber, Rejo = Ramai).
Pada
suatu malam, Lakeswara Purba Asri mendengar bunyi lesung, Ia mencari sumber
suara. Dan menemukan segerombolan orang sedang menumbuk padi (gejeg padi). Lakeswara
Purba Asri berpesan, “Janganlah kalian membuat bising di malam hari orang-orang
merasa terganggu dengan kegiatan kalian.” Namun, segerombolan orang tersebut
tidak menggubris omongan Lakeswara Purba Asri. Dan akhirnya warga desa memecah
desa Sumberejo dan menamakannya dusun Gejeg. Dusun Gejeg terletak di sebelah
utara dusun Sumberejo.
Sebelum
kepergian Lakeswara Purba Asri ke Rahmatullah, Ia berpesan kepada warga dusun
Sumberejo, “Jika suatu saat nanti telah datang keramaian zaman, hendaklah
adakan sebuah tontonan wayang kulit untuk memeriahkannya, karena itu lebih baik
dari pada tontonan yang lainnya”.
Oleh
karena itu, di dusun Sumberejo dari dulu sampai sekarang jika telah datang
bulan Muharam (Syuro) tontonan yang diadakan adalah wayang kulit.
Dan
mitos yang beredar mengatakan bahwa jika ada janda yang menempati dusun
Sumberejo, maka janda tersebut akan sulit untuk menikah lagi dan mengalami
kesulitan dalam menemukan pasangan hidupnya yang baru. Namun, jika janda
tersebut sudah keluar dari dusun Sumberejo dan tidak tinggal di dusun itu lagi.
Maka akan mudah untuk menemukan pasangan hidupnya yang baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar