Sabtu, 18 Januari 2014

ASAL-USUL DESA SUMBEREJO-GROGOL-KEDIRI



ASAL-USUL DESA SUMBEREJO







Dahulu kala ada seorang janda yang tinggal disebuah hutan. Janda tersebut bernama Lakeswara Purba Asri. Lakeswara Purba Asri terkenal kealimannya dan kesaktiannya. Dia tinggal sendiri di hutan. Di hutan, tanahnya sangat subur dan banyak sumber mata air yang dapat ditemukan. Sehingga, dia mencukupi hidupnya dengan berladang dan bercocok tanam. Banyak tanaman yang ia tanam tumbuh subur. Setiap kali ia bercocok tanam, dia selalu mendapatkan hasil panen yang berlimpah ruah. Banyak orang yang mengetahui hal tersebut, sehingga orang-orang memutuskan untuk tinggal di hutan bersama Lakeswara Purba Asri. Mereka mengikuti jejak Lakeswara Purba Asri tersebut dengan berladang dan bercocok tanam. Dan memang benar, mereka selalu mendapatkan hasil panen yang berlimpah ruah. Karena kesuburan tanahnya dan banyak sumber mata air yang dapat ditemukan, orang-orang sepakat untuk menjadikan sebuah desa dan menamakannya desa Sumberejo, dusun Sumberejo (Sumber = Sumber, Rejo = Ramai).
Pada suatu malam, Lakeswara Purba Asri mendengar bunyi lesung, Ia mencari sumber suara. Dan menemukan segerombolan orang sedang menumbuk padi (gejeg padi). Lakeswara Purba Asri berpesan, “Janganlah kalian membuat bising di malam hari orang-orang merasa terganggu dengan kegiatan kalian.” Namun, segerombolan orang tersebut tidak menggubris omongan Lakeswara Purba Asri. Dan akhirnya warga desa memecah desa Sumberejo dan menamakannya dusun Gejeg. Dusun Gejeg terletak di sebelah utara dusun Sumberejo.
Sebelum kepergian Lakeswara Purba Asri ke Rahmatullah, Ia berpesan kepada warga dusun Sumberejo, “Jika suatu saat nanti telah datang keramaian zaman, hendaklah adakan sebuah tontonan wayang kulit untuk memeriahkannya, karena itu lebih baik dari pada tontonan yang lainnya”.
Oleh karena itu, di dusun Sumberejo dari dulu sampai sekarang jika telah datang bulan Muharam (Syuro) tontonan yang diadakan adalah wayang kulit.
Dan mitos yang beredar mengatakan bahwa jika ada janda yang menempati dusun Sumberejo, maka janda tersebut akan sulit untuk menikah lagi dan mengalami kesulitan dalam menemukan pasangan hidupnya yang baru. Namun, jika janda tersebut sudah keluar dari dusun Sumberejo dan tidak tinggal di dusun itu lagi. Maka akan mudah untuk menemukan pasangan hidupnya yang baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar